Konfigurasi Routing dengan BGP
Contoh skenario yang akan digunakan adalah sebagai berikut :

R3 merupakan router yang menjalankan
OSPF, sehingga R2 juga harus menjalankan OSPF. Antara R1 dan R2 akan
menjalankan BGP karena kedua router tersebut berasal dari jaringan yang
AS Number-nya berbeda. Konfigurasi yang perlu ditambahkan pada R2 adalah
redistribute OSPF melalui BGP dan redistribute BGP melalui OSPF.
Konfigurasi BGP di R1 adalah sebagai berikut :[admin@R1] > routing bgp instance print Flags: X – disabled 0 name=”default” as=65535 router-id=0.0.0.0 redistribute-connected=no redistribute-static=no redistribute-rip=no redistribute-ospf=no redistribute-other-bgp=no out-filter=”” client-to-client-reflection=yes ignore-as-path-len=no routing-table=”” [admin@R1] > routing bgp instance set 0 as=100 router-id=1.1.1.1 [admin@R1] > routing bgp instance print Flags: X – disabled 0 name=”default” as=100 router-id=1.1.1.1 redistribute-connected=no redistribute-static=no redistribute-rip=no redistribute-ospf=no redistribute-other-bgp=no out-filter=”” client-to-client-reflection=yes ignore-as-path-len=no routing-table=”” [admin@R1] > routing bgp peer add remote-as=200 remote-address=10.10.10.2
[admin@R1] > routing bgp network add network=192.168.10.0/24 [admin@R1] > routing bgp network add network=192.168.11.0/24
Konfigurasi BGP di R2 adalah sebagai berikut :
[admin@R2] > routing bgp instance print Flags: X – disabled 0 name=”default” as=65535 router-id=0.0.0.0 redistribute-connected=no redistribute-static=no redistribute-rip=no redistribute-ospf=no redistribute-other-bgp=no out-filter=”” client-to-client-reflection=yes ignore-as-path-len=no routing-table=”” [admin@R1] > routing bgp instance set 0 as=200 router-id=2.2.2.2 [admin@R1] > routing bgp instance print Flags: X – disabled 0 name=”default” as=200 router-id=2.2.2.2 redistribute-connected=no redistribute-static=no redistribute-rip=no redistribute-ospf=no redistribute-other-bgp=no out-filter=”” client-to-client-reflection=yes ignore-as-path-len=no routing-table=”” [admin@R1] > routing bgp peer add remote-as=100 remote-address=10.10.10.1 [admin@R1] > routing bgp network add network=192.168.20.0/24 [admin@R1] > routing bgp network add network=192.168.30.0/24 [admin@R1] > routing bgp network add network=192.168.21.0/30
Yang perlu ditambahkan di pada R2 adalah redistribute antara OSPF dan BGP seperti berikut.
[admin@R2] > routing bgp instance set 0 redistribute-ospf=yes [admin@R2] > routing bgp instance print Flags: X – disabled 0 name=”default” as=200 router-id=2.2.2.2 redistribute-connected=no redistribute-static=no redistribute-rip=no redistribute-ospf=yes redistribute-other-bgp=no out-filter=”” client-to-client-reflection=yes ignore-as-path-len=no routing-table=”” [admin@R2] > routing ospf instance set 0 redistribute-bgp=as-type-1 [admin@R2] > routing ospf instance print Flags: X – disabled 0 name=”default” router-id=2.2.2.2 distribute-default=never redistribute-connected=no redistribute-static=no redistribute-rip=no redistribute-bgp=as-type-1 redistribute-other-ospf=no metric-default=1 metric-connected=20 metric-static=20 metric-rip=20 metric-bgp=auto metric-other-ospf=auto in-filter=ospf-in out-filter=ospf-out
Sehingga tabel routing dari ketiga router adalah sebagai berikut :
[admin@R1] > ip route print Flags: X – disabled, A – active, D – dynamic, C – connect, S – static, r – rip, b – bgp, o – ospf, m – mme, B – blackhole, U – unreachable, P – prohibit # DST-ADDRESS PREF-SRC GATEWAY DISTANCE 0 ADC 10.10.10.0/30 10.10.10.1 ether1 0 1 ADC 192.168.10.0/24 192.168.10.1 ether2 0 2 ADC 192.168.11.0/24 192.168.11.1 ether3 0 3 ADb 192.168.20.0/24 10.10.10.2 20 4 ADb 192.168.21.0/30 10.10.10.2 20 5 ADb 192.168.30.0/24 10.10.10.2 20 [admin@R2] > ip route print Flags: X – disabled, A – active, D – dynamic, C – connect, S – static, r – rip, b – bgp, o – ospf, m – mme, B – blackhole, U – unreachable, P – prohibit # DST-ADDRESS PREF-SRC GATEWAY DISTANCE 0 ADC 10.10.10.0/30 10.10.10.2 ether1 0 1 ADb 192.168.10.0/24 10.10.10.1 20 2 ADb 192.168.11.0/24 10.10.10.1 20 3 ADo 192.168.20.0/24 192.168.21.1 110 4 ADC 192.168.21.0/30 192.168.21.2 ether2 0 5 ADo 192.168.30.0/24 192.168.21.1 110 [admin@R3] > ip route print Flags: X – disabled, A – active, D – dynamic, C – connect, S – static, r – rip, b – bgp, o – ospf, m – mme, B – blackhole, U – unreachable, P – prohibit # DST-ADDRESS PREF-SRC GATEWAY DISTANCE 0 ADo 10.10.10.0/30 192.168.21.2 110 1 ADo 192.168.10.0/24 192.168.21.2 110 2 ADo 192.168.11.0/24 192.168.21.2 110 3 ADC 192.168.20.0/24 192.168.20.0 ether2 0 4 ADC 192.168.21.0/30 192.168.21.1 ether1 0 5 ADC 192.168.30.0/24 192.168.30.1 ether3 0
Motherboard/mainboard
adalah komponen utama yang membangun sebuah komputer. Berbentuk papan
persegi dengan slot-slot untuk memasukkan komponen-komponen lain.
Fungsinya untuk menghubungkan seluruh komponen PC. Perangkat keras komputer lain semuanya melekat langsung pada slot motherboard atau setidaknya terhubung menggunakan kabel.
Biasa
juga kita kenal sebagai “processor” atau “otak” dari komputer. Fungsi
dari CPU ini adalah memproses dan mengolah semua kalkulasi dan
perintah-perintah yang membuat komputer dapat dioperasikan. Karena panas
yang dihasilkannya, CPU selalu dilengkapi dengan kipas dan juga heat
sink untuk mengurangi suhunya. Pada jenis-jenis CPU terbaru, sudah
dilengkapi pula dengan Graphic Processing Unit (GPU) yang terintegrasi
ke dalam CPU, sebagai pengolah data-data grafis.
RAM
berfungsi sebagai tempat transit data sementara untuk operasi-operasi
yang tengah dijalankan oleh CPU. RAM bersifat volatile, artinya
perangkat ini tidak meyimpan data secara permanen, hanya untuk operasi
yang dibutuhkan saja. Kapasitas RAM pada PC yang sering kita temukan
cukup beragam , mulai dari 256 MB (MegaBytes) – 16 GB (GigaBytes)
VGA
card atau kartu grafis berfungsi sebagai penghubung yang memungkinkan
pengiriman data-data grafis antara PC dan perangkat display seperti
monitor atau proyektor. Sebagian besar komputer memiliki VGA yang
terpisah sebagai kartu ekspansi yang dipasang pada slot motherboard.
Namun ada juga komputer yang mempunyai VGA terintegrasi pada motherboard
atau pada CPU-nya.
Hard-disk
berfungsi sebagai tempat penyimpanan data utama dalam sebuah sistem
komputer. Sistem Operasi , aplikasi, dan dokumen-dokumen disimpan pada
hard-disk ini. Pada PC terbaru, ada juga perangkat keras baru yang
bernama Solid State Drive (SSD). Fungsinya sama seperti hard-disk, namun
menawarkan kecepatan transfer data yang lebih cepat.
Optical
drive biasa juga dikenal dengan nama CD Drive, DVD Drive atau ODD.
Fungsi dari perangkat ini adalah untuk membaca dan juga menyimpan data
dari dan ke media cakram optik seperti CD , DVD, atau Blu-Ray Disc.
Power
Supply berfungsi sebagai pengkonversi dan penyalur energi listrik dari
outlet sumber (misalnya listrik PLN) ke bentuk energi listrik yang dapat
digunakan untuk menjalankan komponen komputer yang berada di dalam
casing. Biasanya, PSU ini diletakkan di bagian belakang casing.
Disebut
juga screen atau display. Fungsi dari layar monitor adalah untuk
menampilkan video dan informasi grafis yang dihasilkan dari komputer
melalui alat yang disebut kartu grafis (VGA Card). Monitor ini bentuk
fisiknya hampir sama dengan televisi , hanya saja televisi biasanya
mampu menampilkan informasi grafis dengan ukuran resolusi yang lebih
tinggi.
Keyboard
dan mouse berfungsi sebagai alat input untuk memasukkan perintah teks,
karakter, atau menggerakkan objek pada antarmuka grafis untuk diproses
oleh komputer. Ukuran dan bentuk dari kedua alat ini cukup beragam,
namun fungsinya sama saja.
Sering
disebut juga sebagai baterai cadangan, fungsi utama UPS adalah
menyimpan dan menyediakan cadangan listrik yang akan digunakan ketika
sumber listrik utama padam. Selain sebagai cadangan listrik, kebanyakan
UPS juga berfungsi sebagai “stabilizer” yang mengatur aliran listrik
agar sesuai dengan yang dibutuhkan.
Printer
berfungsi sebagai alat output cetak dari dokumen elektronik baik bentuk
teks maupun grafis. Pada komputer rumahan biasanya menggunakan kertas
sebagai media cetaknya. Sedangkan fungsi scanner adalah kebalikan dari
printer yaitu memindai input data dari luar komputer ke dalam bentuk
elektronik yang dapat diolah secara digital.















