Selasa, 25 November 2014

konfigurasi routing BGP

Konfigurasi Routing dengan BGP


Contoh skenario yang akan digunakan adalah sebagai berikut :

R3 merupakan router yang menjalankan OSPF, sehingga R2 juga harus menjalankan OSPF. Antara R1 dan R2 akan menjalankan BGP karena kedua router tersebut berasal dari jaringan yang AS Number-nya berbeda. Konfigurasi yang perlu ditambahkan pada R2 adalah redistribute OSPF melalui BGP dan redistribute BGP melalui OSPF.
Konfigurasi BGP di R1 adalah sebagai berikut :
[admin@R1] > routing bgp instance print
Flags: X – disabled
 0   name=”default” as=65535 router-id=0.0.0.0 redistribute-connected=no redistribute-static=no redistribute-rip=no redistribute-ospf=no redistribute-other-bgp=no out-filter=”” client-to-client-reflection=yes ignore-as-path-len=no routing-table=””
 
[admin@R1] > routing bgp instance set 0 as=100 router-id=1.1.1.1
 
[admin@R1] > routing bgp instance print
Flags: X – disabled
 0   name=”default” as=100 router-id=1.1.1.1 redistribute-connected=no redistribute-static=no redistribute-rip=no redistribute-ospf=no redistribute-other-bgp=no
     out-filter=”” client-to-client-reflection=yes ignore-as-path-len=no routing-table=””
 
 
 
[admin@R1] > routing bgp peer add remote-as=200 remote-address=10.10.10.2
 
 
 

[admin@R1] > routing bgp network add network=192.168.10.0/24
[admin@R1] > routing bgp network add network=192.168.11.0/24

Konfigurasi BGP di R2 adalah sebagai berikut :
 [admin@R2] > routing bgp instance print
Flags: X – disabled
 0   name=”default” as=65535 router-id=0.0.0.0 redistribute-connected=no redistribute-static=no redistribute-rip=no redistribute-ospf=no redistribute-other-bgp=no out-filter=”” client-to-client-reflection=yes ignore-as-path-len=no routing-table=””
 
[admin@R1] > routing bgp instance set 0 as=200 router-id=2.2.2.2
 
[admin@R1] > routing bgp instance print
Flags: X – disabled
 0   name=”default” as=200 router-id=2.2.2.2 redistribute-connected=no redistribute-static=no redistribute-rip=no redistribute-ospf=no redistribute-other-bgp=no
     out-filter=”” client-to-client-reflection=yes ignore-as-path-len=no routing-table=””
 
 
 
[admin@R1] > routing bgp peer add remote-as=100 remote-address=10.10.10.1
 
 
 
[admin@R1] > routing bgp network add network=192.168.20.0/24
[admin@R1] > routing bgp network add network=192.168.30.0/24
[admin@R1] > routing bgp network add network=192.168.21.0/30


Yang perlu ditambahkan di pada R2 adalah redistribute antara OSPF dan BGP seperti berikut.
 [admin@R2] > routing bgp instance set 0 redistribute-ospf=yes
 
[admin@R2] > routing bgp instance print
Flags: X – disabled
 0   name=”default” as=200 router-id=2.2.2.2 redistribute-connected=no redistribute-static=no redistribute-rip=no redistribute-ospf=yes redistribute-other-bgp=no out-filter=”” client-to-client-reflection=yes ignore-as-path-len=no routing-table=””
 
 
 
[admin@R2] > routing ospf instance set 0 redistribute-bgp=as-type-1
 
[admin@R2] > routing ospf instance print
Flags: X – disabled
 0   name=”default” router-id=2.2.2.2 distribute-default=never redistribute-connected=no redistribute-static=no redistribute-rip=no redistribute-bgp=as-type-1 redistribute-other-ospf=no metric-default=1 metric-connected=20 metric-static=20 metric-rip=20 metric-bgp=auto metric-other-ospf=auto in-filter=ospf-in out-filter=ospf-out


Sehingga tabel routing dari ketiga router adalah sebagai berikut :
 [admin@R1] > ip route print
Flags: X – disabled, A – active, D – dynamic, C – connect, S – static, r – rip, b – bgp, o – ospf, m – mme, B – blackhole, U – unreachable, P – prohibit
 #      DST-ADDRESS        PREF-SRC        GATEWAY            DISTANCE
 0 ADC  10.10.10.0/30      10.10.10.1      ether1             0      
 1 ADC  192.168.10.0/24    192.168.10.1    ether2             0      
 2 ADC  192.168.11.0/24    192.168.11.1    ether3             0      
 3 ADb  192.168.20.0/24                    10.10.10.2         20     
 4 ADb  192.168.21.0/30                    10.10.10.2         20     
 5 ADb  192.168.30.0/24                    10.10.10.2         20  
 
 
[admin@R2] > ip route print
Flags: X – disabled, A – active, D – dynamic, C – connect, S – static, r – rip, b – bgp, o – ospf, m – mme, B – blackhole, U – unreachable, P – prohibit
 #      DST-ADDRESS        PREF-SRC        GATEWAY            DISTANCE
 0 ADC  10.10.10.0/30      10.10.10.2      ether1             0      
 1 ADb  192.168.10.0/24                    10.10.10.1         20     
 2 ADb  192.168.11.0/24                    10.10.10.1         20     
 3 ADo  192.168.20.0/24                    192.168.21.1       110    
 4 ADC  192.168.21.0/30    192.168.21.2    ether2             0      
 5 ADo  192.168.30.0/24                    192.168.21.1       110   
 
 
[admin@R3] > ip route print
Flags: X – disabled, A – active, D – dynamic,
C – connect, S – static, r – rip, b – bgp, o – ospf, m – mme,
B – blackhole, U – unreachable, P – prohibit
 #      DST-ADDRESS        PREF-SRC        GATEWAY            DISTANCE
 0 ADo  10.10.10.0/30                      192.168.21.2       110    
 1 ADo  192.168.10.0/24                    192.168.21.2       110    
 2 ADo  192.168.11.0/24                    192.168.21.2       110    
 3 ADC  192.168.20.0/24    192.168.20.0    ether2             0      
 4 ADC  192.168.21.0/30    192.168.21.1    ether1             0      
 5 ADC  192.168.30.0/24    192.168.30.1    ether3             0      

hardware

Perangkat Keras Komputer dan Fungsinya

Perangkat keras komputer (computer hardware) adalah komponen-komponen fisik yang membentuk satu kesatuan sistem Personal Computer (PC).

Biasanya perangkat-perangkat ini dirakit dan sebagian besar dimasukkan ke dalam sebuah casing komputer dan sebagian lain berada di luar casing.
Perangkat keras yang berada di dalam casing umumnya terdiri dari:

Motherboard (papan utama)
MotherboardMotherboard/mainboard adalah komponen utama yang membangun sebuah komputer. Berbentuk papan persegi dengan slot-slot untuk memasukkan komponen-komponen lain. Fungsinya untuk menghubungkan seluruh komponen PC. Perangkat keras komputer lain semuanya melekat langsung pada slot motherboard atau setidaknya terhubung menggunakan kabel.

Central Processing Unit (CPU)
CPUBiasa juga kita kenal sebagai “processor” atau “otak” dari komputer. Fungsi dari CPU ini adalah memproses dan mengolah semua kalkulasi dan perintah-perintah yang membuat komputer dapat dioperasikan. Karena panas yang dihasilkannya, CPU selalu dilengkapi dengan kipas dan juga heat sink untuk mengurangi suhunya. Pada jenis-jenis CPU terbaru, sudah dilengkapi pula dengan Graphic Processing Unit (GPU) yang terintegrasi ke dalam CPU, sebagai pengolah data-data grafis.

Random Access Memory (RAM)
Random Access Memory (RAM)RAM berfungsi sebagai tempat transit data sementara untuk operasi-operasi yang tengah dijalankan oleh CPU. RAM bersifat volatile, artinya perangkat ini tidak meyimpan data secara permanen, hanya untuk operasi yang dibutuhkan saja. Kapasitas RAM pada PC yang sering kita temukan cukup beragam , mulai dari 256 MB (MegaBytes) – 16 GB (GigaBytes)

Video Graphic Array (VGA)
VGA CardVGA card atau kartu grafis berfungsi sebagai penghubung yang memungkinkan pengiriman data-data grafis antara PC dan perangkat display seperti monitor atau proyektor. Sebagian besar komputer memiliki VGA yang terpisah sebagai kartu ekspansi yang dipasang pada slot motherboard. Namun ada juga komputer yang mempunyai VGA terintegrasi pada motherboard atau pada CPU-nya.

Hard Disk Drive(HDD)

Hard DiskHard-disk berfungsi sebagai tempat penyimpanan data utama dalam sebuah sistem komputer. Sistem Operasi , aplikasi, dan dokumen-dokumen disimpan pada hard-disk ini. Pada PC terbaru, ada juga perangkat keras baru yang bernama Solid State Drive (SSD). Fungsinya sama seperti hard-disk, namun menawarkan kecepatan transfer data yang lebih cepat.

Optical Disc Drive
Optical DriveOptical drive biasa juga dikenal dengan nama CD Drive, DVD Drive atau ODD. Fungsi dari perangkat ini adalah untuk membaca dan juga menyimpan data dari dan ke media cakram optik seperti CD , DVD, atau Blu-Ray Disc.

Power Supply Unit (PSU)
Power Supply UnitPower Supply berfungsi sebagai pengkonversi dan penyalur energi listrik dari outlet sumber (misalnya listrik PLN) ke bentuk energi listrik yang dapat digunakan untuk menjalankan komponen komputer yang berada di dalam casing. Biasanya, PSU ini diletakkan di bagian belakang casing.


Selain dari perangkat keras komputer yang terdapat di dalam casing, ada juga komponen-komponen yang umum kita lihat diluar casing:

Monitor
MonitorDisebut juga screen atau display. Fungsi dari layar monitor adalah untuk menampilkan video dan informasi grafis yang dihasilkan dari komputer melalui alat yang disebut kartu grafis (VGA Card). Monitor ini bentuk fisiknya hampir sama dengan televisi , hanya saja televisi biasanya mampu menampilkan informasi grafis dengan ukuran resolusi yang lebih tinggi.

Keyboard dan Mouse
Keyboard dan MouseKeyboard dan mouse berfungsi sebagai alat input untuk memasukkan perintah teks, karakter, atau menggerakkan objek pada antarmuka grafis untuk diproses oleh komputer. Ukuran dan bentuk dari kedua alat ini cukup beragam, namun fungsinya sama saja. 
Diluar komponen-komponen yang sudah kita sebut diatas, ada pula perangkat keras komputer yang tidak semua komputer memilikinya:

Uninterruptable Power Supply (UPS)
UPSSering disebut juga sebagai baterai cadangan, fungsi utama UPS adalah menyimpan dan menyediakan cadangan listrik yang akan digunakan ketika sumber listrik utama padam. Selain sebagai cadangan listrik, kebanyakan UPS juga berfungsi sebagai “stabilizer” yang mengatur aliran listrik agar sesuai dengan yang dibutuhkan.


Printer dan Scanner
PrinterPrinter berfungsi sebagai alat output cetak dari dokumen elektronik baik bentuk teks maupun grafis. Pada komputer rumahan biasanya menggunakan kertas sebagai media cetaknya. Sedangkan fungsi scanner adalah kebalikan dari printer yaitu memindai input data dari luar komputer ke dalam bentuk elektronik yang dapat diolah secara digital.

Speaker
Fungsi dari speaker adalah sebagai alat output suara yang dihasilkan dari komputer. Selain speaker, sering juga kita temukan orang yang menggunakan headphone/headset sebagai alat output suara.
Sound Card (Kartu suara)

Fungsinya sebagai penghubung antara komputer dan alat output audio seperti speaker

instalasi windows xp


Cara Install Windows XP Dengan Mudah (Lengkap Dengan Gambar)


Cara Install Windows XP Dengan MudahApakah kamu baru saja membeli komputer dengan sistem operasi kosong? Ingin kamu install dengan Windows XP? Berikut ini WinPoin akan memberikan cara install Windows XP dengan mudah lengkap beserta gambarnya sehingga tidak membuat kamu kebingungan. Artikel ini bertujuan untuk membantu kamu yang baru pertama kali belajar install Windows XP, jadi kamu harus melihat step-by-step yang WinPoin lakukan. Berikut langkah install Windows XP:

Langkah pertama, saat PC Booting masuk ke Boot Menu, biasanya menekan F8, F12 atau Esc tergantung (keterangannya bisa kamu lihat dibawah layar). Masukkan CD dari installasi Windows XP, dan pada Boot Menu pilih CD-ROM Drive.
Cara Install Windows XP Dengan Mudah

Kemudian komputer kamu baru dan belum ada partisi disk, kamu bisa mengaturnya. Caranya dengan menekan C, dan isikan partisi yang kamu inginkan.
Cara Install Windows XP Dengan Mudah

Setelah partisi selesai dibuat, pilih partisi yang akan kamu buat untuk installasi Windows XP dan tekan Enter. Saran WinPoin, selalu taruh installasi Windows XP pada bagian atas sendiri pada partisi lainnya.
Cara Install Windows XP Dengan Mudah

Lalu pilih Format the partition using the NTFS file system (baca File System)
Cara Install Windows XP Dengan Mudah

Tunggu sampai format partisi selesai dilakukan proses dilakukan dua kali, jika sudah selesai dilakukan maka komputer akan otomatis restart dan memasukki Windows.
Cara Install Windows XP Dengan Mudah
Cara Install Windows XP Dengan Mudah

Ketika komputer sudah memasuki Windows XP, kamu akan disuruh menunggu selama 40 menit.
Cara Install Windows XP Dengan Mudah

Pada tengah-tengah proses akan ada notif yang menyuruh kamu untuk mengisi identitas diri, masukkan nama dan perusahaan kamu bekerja (terserah bisa kamu isikan apapun). Lalu klik Next.
Cara Install Windows XP Dengan Mudah

Kemudian isikan nama komputer, jika kamu ingin memberi password pada komputer, isikan field Administrator password dan Confirm password. Jika sudah klik Next.
Cara Install Windows XP Dengan Mudah

Setelah itu isikan tanggal dan waktu, jika kamu ingin diatur secara otomatis, ubah Time Zone menjadi GMT+07:00 dan klik Next.
Cara Install Windows XP Dengan Mudah

Lalu kamu disuruh untuk mengisikan produk lisensi Windows XP yang kamu beli setelah mengatur itu semua.

Tunggu sampai komputer melakukan restart untuk memasuki Windows XP.
Cara Install Windows XP Dengan Mudah

Windows XP akan menyambut kamu dan menyuguhkan settingan yang perlu kamu atur, klik Next.
Cara Install Windows XP Dengan Mudah

Pada tahap ini kamu bisa memilih update otomatis atau tidak ingin melakukan update otomatis. Saran WinPoin lakukan update otomatis dengan memilih bagian atas sendiri, lalu klik Next.
Cara Install Windows XP Dengan Mudah

Jika komputer kamu selalu terhubung dengan internet pada tahan ini kamu bisa memilih pilihan pertama atau jika komputer kamu tidak selalu terhubung dengan internet kamu bisa memilih yang kedua, atau kamu bisa juga melewati step ini dengan mengklik Skip. Kalau kamu sudah menentukan pilihan internet, klik Next.
Cara Install Windows XP Dengan Mudah

Setelah itu kamu disuruh untuk mendaftarkan komputer ke Microsoft, ini terjadi bila kamu selalu koneksi internet. Jika kamu tidak ingin register, klik opsi kedua dan klik Next.
Cara Install Windows XP Dengan Mudah

Isikan Nama user komputer, bila pengguna komputer lebih dari satu isikan kolom dua, ketiga dan seterusnya sesuai dengan user yang kamu inginkan dan klik Next.
Cara Install Windows XP Dengan Mudah

Nah sekarang kamu akan memasuki desktop dari Windows XP.
Cara Install Windows XP Dengan Mudah